Monday, 2 February 2015

Dear My Best Friend



Dear my best friend,

Kalau tak salah ingat ini adalah tahun ke sembilan aku mengenalmu,kita teman satu kampus berempat dengan dua teman lain kita adalah satu geng,ingatkah kau kawan-kawan memanggil kita spice girl,yeah best friend forever. Bolos bareng,main friendster bareng,makan siang bareng,naksir adik tingkat bareng,ngemall bareng,naik angkot kemana mana. Dan masuk di tempat kerja yang sama juga,memulai hidup yang baru hidup yang sedikit lebih bertanggung jawab.

Saat aku terpuruk,kau ada disampingku walau tak mengucapkan banyak nasihat atau menghibur dengan lelucon,ada disampingku saja sudah cukup membuatku merasa aman. Aku juga tahu cerita tentang kekasihmu dan semua laki-laki yang naksir kamu hahaha,dari laki-laki yang super cute,pendiam sampai yang paling bisa mencuri hatimu. Aku memang tak pernah benar-benar tahu bagaimana hatimu,aku bahkan tak pernah menyadari kau pernah begitu sakit mencintai seseorang ahh kawan macam apa aku ini.

Aku mengagumi keras kepalamu,walaupun aku juga membenci sifat mau menang sendirimu,tidak sadar kadang semua sifat kita sama ya,untungnya tidak pernah ada konflik antara kita,yang ada lebih banyak bersenang-senang bersama,kau adalah referensi terbaik soal drama korea juga fashion stylist pribadi yang paling tahu mana yang paling pas buat aku,bahkan intuisi mu selalu menolong urusan percintaanku.

Kita punya selera yang berbeda soal banyak hal,genre film,tipe laki-laki,makanan,juga soal pakaian tapi kita punya mimpi yang sama,berkeliling ke semua tempat,punya butik dan toko roti berdua,punya suami yang rock n roll yang juga suka jalan-jalan,menyenangkan. Liburan awal tahun kemarin semoga jadi awal dari perjalanan-perjalanan kita lainnya ya.

Suatu hari kekasihku,laki-laki pertama yang kau setujui 100% sebagai pacarku bilang padaku kalau kita ini dekat tapi sebenarnya juga tak terlalu dekat,buktinya aku baru tahu kau akan resign dari pekerjaan sebulan sebelum kau berhenti kerja padahal sudah dari empat bulan yang lalu kau merencanakannya,lagi-lagi teman macam apa aku ini. Kau bilang ingin menemani ibumu juga membesarkan usaha online shopingmu. Jujur,aku tidak tahu harus merasa seperti apa,sedih,bingung,pasti tak ada lagi omelan di sebelah mejaku,tak ada teman yang sama-sama suka tertawa berlebihan. Aku ini memang cemen ya,harusnya aku mendukungmu bukan malah berkutat dengan kebingunganku gak ada kamu nanti di tempat kerja.

Aku tau kau sudah dewasa dan lebih mandiri sekarang,tapi tolong jaga pola makanmu yang berantakan itu ya.

Semoga semua mimpi kita terwujud ya kawan baik.

Warm regards with love,
Your silly bestfriend.

No comments:

Post a Comment