Tuesday, 31 October 2017

Luka hati itu memang diciptakan untuk tiap air mata yang jatuh, untuk tiap perasaan sedih yang tak punya kata penjelasan tapi Tuhan juga menciptakan waktu untuk menyembuhkan.

Tak mengapa untuk merasa sedih, sedikit berlarut-larut, siapa manusia yang tak sedih kehilangan, mungkin butuh waktu sedikit lama untuk akhirnya menerima, mungkin tiap akhir senja akan ada perdebatan menjengkelkan dihati sampai suatu pagi hatimu jauh merasa lebih baik.

Terima saja semua yang Tuhan berikan, pertemuan, sedikit tawa yang pernah dibagi, harapan yang tercipta, juga kenangan setelah kehilangan, berdoa saja semoga Tuhan tak menyisakan rasa sakit, hatimu yang secerah langit biru itu pantas untuk tiap kebahagiaan.


Rest in peace kubo,
Maaf ya aku tak pandai memahamimu.

Wednesday, 5 July 2017

Pulang

Desa itu bernama Pandanwangi, sebuah desa kecil di kabupaten Lumajang tempat saya menghabiskan masa kecil. Desa yang baru terjamah listrik saat saya masuk sekolah dasar, yang tiap halaman rumahnya terdapat pohon mangga, yang ruas jalannya belum teraspal, yang suasana paginya dipenuhi kicauan burung dan suara sapu lidi membersihkan halaman tiap rumah, yang anak-anak kecilnya masih suka bermain tanah dan akhirnya saya tinggalkan.

Pagi itu saya mengunjunginya lagi setelah hampir sepuluh tahun tak pernah berkunjung. Ada perasaan bahagia bercampur haru dan banyak pikiran tentang bagaimana desa itu sekarang selama perjalanan. Begitu sampai yang ada hanya rasa bahagia tak terungkap.

Ruas jalannya hampir semua sudah beraspal, banyak rumah yang tak lagi sama tapi pohon-pohon yang masih sama menaungi tiap halamannya walau mungkin dengan penghuni rumah yang tak lagi saya kenal, dan sepi yang menenangkan itu masih sama. Lalu rumah itu, dengan pagar tanamannya dan dua pohon mangga besar dihalaman depan serta pohon rambutan dihalaman samping, rumah untuk tiap kenangan indah masa kecil saya, kenangan tentang seorang ibu yang tiap pagi mengepang rambut saya sambil menyuapi saya lalu mengantar sekolah dengan sepeda onthel, kenangan tentang seorang bapak yang tiap sore mendengarkan siaran radio sambil menunggui saya belajar dimeja ruang tengah. Rumah itu masih sama hanya tanpa kursi panjang berwarna kuning diteras depan tempat bapak mengobrol dengan kawan sejawatnya, juga penghuni rumah yang sudah lama berganti. Saya hanya memandangi rumah yang pintunya tertutup itu.

Setelah melepas kangen dengan para tetangga saya memilih berjalan kaki kerumah seorang kawan lama, rasanya ingin mengelilingi seluruh kampung berjalan seharian sambil mengingat masa kecil. Diantar kawan saya mengunjungi rumah kawan yang lain, diantara kaburnya ingatan saya ternyata orang tua si kawan masih mengingat saya dengan jelas juga orang tua saya, kalau tidak ingat situasi mungkin saya sudah memeluk semua orang yang saya temui sambil menangis bahagia.

Sebelum pulang saya punya kesempatan masuk rumah lama saya, bertemu penghuni barunya yang juga kawan baik orang tua saya. Saya mina izin untuk berkeliling halamannya dan menangis haru dihalaman samping, ah saya selalu sentimentil tentang semua kenangan masa kecil saya.

Diperjalanan pulang ingin rasanya cepat-cepat menceritakan kunjungan saya ini ke bapak ibu, bercerita bahwa kawan-kawannya masih banyak yang sehat walau diusia senja, bercerita saya bertemu teman lama yang dulu hampir tiap hari bermain dengan saya dirumah, tapi saya sadar kita tak pernah bisa bertatap lagi jadi dalam hati saya berdoa semoga bapak ibu tahu kalau hari ini saya pulang kerumah tempat kenangan tersimpan. Rindu itu memang tak akan pernah usai.

Monday, 14 November 2016

langit biru itu membuatku mengingatmu
begitu pula pahitnya kopi disesapan akhir
juga tiap cerita dongeng yang kubaca

ternyata aku masih merindumu 

Tuesday, 23 August 2016

The Queen of The Tearling

Waktu dapet buku yang judulnya panjang ini seperti biasa saya langsung lihat halaman belakangnya, kok ngegantung berarti berseri nih terus liat cover belakangnya buat baca sinopsisnya wow tokoh utamanya perempuan, ada perang-perangnya, settingnya eropa dannnn mau difilmkan dengan pemeran utamanya Emma Watson, langsung excited buat baca The Quuen of The Tearling ini.

The Queen of The Tearling bercerita tentang Kelsea Raleigh, gadis remaja berumur 17 tahun yang dibesarkan kedua orang tua angkatnya di sebuah pondok sederhana ditengah hutan dan di didik untuk menjadi seorang ratu. Kelsea adalah pewaris kerajaan Tearling, kerajaan yang didirikan William Tear setelah berhasil melewati penyeberangan menuju Dunia Baru, sayangnya kerajaan Tearling tidak memiliki cukup sumber daya alam yang bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya, mereka hanya mengandalkan hasil pertanian dan pohon ek yang tak seberapa, sementara tetangga mereka, kerajaan Mortmesne memiliki hasil tambang dan biji besi berlimpah yang menjadikan mereka semakin kuat apalagi dipimpin oleh Ratu Merah yang juga menguasai ilmu sihir.

Berjalannya waktu rakyat Tearling menjadi terpuruk menyebabkan kemiskinan, buta huruf dimana-mana, dan kualitas kesehatan yang semakin memburuk, rakyat Tearling harus membayar mahal jika membutuhkan tenaga dokter dari Mortmesne. Terpuruknya Tearling menyebabkan Mortmesne berusaha untuk menginvasi namun saat pemerintahan Ratu Arla, Tearling masih bisa melawan karena keteguhan sang Ratu. Setelah Ratu Arla wafat Ratu Elyssa menjadi pemimpin baru Tearling, sayangnya Ratu Elyssa tidak seberani dan sekuat Ratu Arla, dia malah menyetujui perjanjian dengan Mortmesne tentang perbudakan.

Kelsea yang saat itu masih bayi diselundupkan keluar kerajaan secara diam-diam oleh ibunya Ratu Elyssa dibantu oleh pengawal setianya Mace dengan hanya membawa dua kalung simbol kerajaan Tearling. Kelsea dititipkan kepada pasangan Carlin Glynn dan suaminya Bartholomew atau Kelsea lebih suka memanggilnya Barty, Carlin  adalah perempuan cerdas yang keras dan disiplin kepada Kelsea sementara Barty yang lebih sabar sering mengajak Kelsea keliling hutan untuk belajar sedikit ilmu bela diri atau meramu tanaman obat. Tepat setelah usianya menginjak 17 tahun ada sepasukan pengawal kerajaan yang menjemput Kelsea untuk kembali ke Istana menjalani prosesi pengangkatan menjadi Ratu dan memimpin Tearling. Perjalanan menuju Istana saja sudah penuh bahaya, ada banyak percobaan pembunuhan kepada Kelsea, saat tiba di Istana Kelsea langsung dihadapkan dengan banyak masalah, dari mulai perbudakan, masalah buta huruf, soal pamannya yang tamak, pengkhianatan pengawalnya,
banyaknya kepentingan berbagai pihak dan percobaan pembunuhan lagi.

Saya suka banget sama caranya Erika Johansen menggambarkan sosok Kelsea yang pemberani, kuat, baik, cepat mengambil keputusan tapi juga rapuh dan bukan tokoh utama perempuan yang biasanya digambarkan selalu cantik, menawan, atau banyak laki-laki ganteng jatuh hati padanya, di buku ini sekalinya Kelsea jatuh cinta kepada Flitch si pencuri malah bertepuk sebelah tangan karena Flitch bilang Kelsea bukan tipenya hehehehe. Tidak hanya bercerita dari sudut pandang Kelsea saja tapi buku ini bercerita dari banyak sudut pandang tokohnya seperti Ratu Merah yang sebenarnya juga memiliki rasa takut. Walaupun ditengah cerita sempat bingung sebenarnya ini kisah masa lampau atau malah berabad abad setelah masa kini gara-gara munculnya nama-nama pengarang seperti Tolkien atau J.K Rowling tapi itu gak berpengaruh sama keasyikan baca buku ini, The Queen of The Tearling bener-bener membikin saya jatuh cinta sama semua yang ada dibuku ini, pengarangnya jago banget ngebikin pembacanya terus penasaran siapa ayah kandungnya Kelsea tapi musti sabar nunggu seri keduanya yang belum ada versi terjemahannya.

Thursday, 11 August 2016

Me Before You (2016)



Waktu lagi liat-liat trailer film sebenernya saya gak begitu tertarik sama film ini tapi kok banyak yang bilang kalau ceritanya bagus, di adaptasi dari novel, pemeran utamanya yang ganteng dari Inggris jadilah saya nonton film ini sambil berharap bisa denger aksen Inggris dari mas yang ganteng itu.

Me Before You bercerita tentang William Traynor (Sam Claflin),laki-laki ganteng, mapan, dari keluarga kaya raya, sudah punya kekasih tapi masih tetep jadi pujaan tiap perempuan. Suatu hari saat hujan lebat Will yang sedang terburu-buru ke kantornya tertabrak sepeda motor lalu adegan beralih ke pedesaan Inggris dan kita dikenalkan dengan Louisa Clark (Emilia Clarke), gadis dengan selera fashion yang unik, baik hati, selalu ceria, punya kekasih seorang atlit lari, dari keluarga sederhana yang hangat tapi sedang mengalami kesulitan finansial karena sang ayah tidak lagi bekerja dan Louisa yang selama ini menjadi tumpuan harapan tiba-tiba dipecat dari tempat kerjanya.

Saat Louisa mendatangi agen penyalur kerja untuk mendapat pekerjaan baru dia mendapat tawaran bekerja di kastil keluarga Traynor sebagai asisten untuk merawat orang sakit dengan gaji yang tinggi dan Lou pun menerimanya, keesokannya dia menjalani interview dengan Nyonya Traynor dan langsung diterima yang membawa Lou bertemu dengan Will Traynor yang saat ini sudah lumpuh total akibat cedera tulang belakang setelah kecelakaan, Lou bekerja untuk merawat Will. Awalnya Will tidak peduli pada kehadiran Lou yang selalu berpakaian aneh dan yaaaa bisa ditebak akhirnya ada benih cinta yang tidak disadari keduanya, sayangnya kisah cinta mereka gak semulus jalan tol, ada banyak halangan yang menghadang terutama keras kepalanya mas Will itu tentang euthanasia yang mau dia jalani.

Film yang disutradarai Thea Sharrock ini di ambil dari novel berjudul sama karya Jojo Moyes, karena banyak yang bilang film ini bagus dan bisa ngebikin nangis saya jadi berekspektasi tinggi sama film ini tapi kok saya biasa aja ya waktu nonton film ini, gak ada sedih-sedihnya gitu padahal saya suka banget lho aktingnya Sam Claflin di sini, apa karena kurang jelas gimana sebenarnya karakter pemainnya atau karena ini ceritanya dari sisi Louisa aja? tapi film ini tetap manis buat ditonton, walaupun setelah nonton film ini saya malah ngomel-ngomel sendiri gara-gara pilihannya mas Will Traynor itu, kan bisa aja kan dia memperjuangkan cintanya.

Friday, 22 July 2016

Size 12 Is Not Fat

Setelah lebih sering baca cerita di wattpad dengan kategori petualangan akhirnya sekarang baca novel romantis-misteri terjemahan karangan Meg Cabot yang judulnya Size 12 Is Not Fat, awalnya saya yang cuman tau ukuran baju S,M,L,XL ini bingung seberapa sih ukuran 12 itu ternyata setelah googling baru tau kalau ukuran 12 buat orang luar itu masuk kategori gendut.

Size 12 Is Not Fat ini bercerita dari sudut pandang Heather Wells, seorang penyanyi idola remaja yang karirnya menurun drastis karena perusahaan rekaman yang menaunginya tidak mau menerima lagu karangannya sendiri, diselingkuhi pacar gantengnya yang juga seorang penyanyi populer, ayahnya masuk penjara, semua uang tabungannya dibawa kabur ibu dan managernya, sekarang bekerja di asrama New York College dan tinggal di rumah kakak mantan tunangannya bernama Cooper Cartwrigth yang seorang detektif swasta.

Awalnya saya pikir novel ini akan bercerita tentang kisah cinta si tokoh utama, masalah berat badan dan upaya untuk bangkit menjadi penyanyi populer lagi dengan lagu ciptaannya sendiri, ternyata semua itu hanya selingan diantara cerita pembunuhan yang terjadi di asrama New York College. Heather yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan dari awal kasus kematian sudah curiga tentang motif kematian mahasiswinya akhirnya mulai menyelidiki sendiri dengan sedikit bantuan dari Cooper Cartwright.

Saya suka cara Meg Cabot menuliskan karakter Heather Wells yang ceria, pekerja keras, baik, sedikit naif, seorang pemimpi dan yang paling penting suka makan hehehe, saya juga suka karakter Sarah dan Magda di buku ini. Kasus pembunuhan dan penyelidikan ala Heather tidak serumit novel-novel detektif lainnya, bisa dibilang ceritanya mudah dimengerti, sementara kisah cintanya lah yang cukup rumit, walaupun ini novel misteri-romantis tapi ada juga pikiran-pikiran Heather yang membuat pembacanya tersenyum. Size 12 Is Not Fat enak dibaca kecuali saat Heather bicara panjang lebar dipikirannya yang annoying menurut saya, pilihan yang pas buat dibaca sebelum tidur.




Friday, 27 May 2016

My Stupid Boss (2016)


Suatu pagi satu minggu yang lalu saat sedang menonton acara tv sambil minum teh ada Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari yang sedang promo film terbaru mereka berjudul My Stupid Boss yang diangkat dari buku laris berjudul sama karangan chaos@work, waktu itu saya langsung ingat kalau sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu saya pernah beli bukunya tapi sekarang gak tau ada dimana. Setelah selesai menamatkan sesi interview Reza dan Bunga saya memutuskan pasti akan nonton film ini begitu premiere.

My Stupid Boss bercerita tentang Diana (Bunga Citra Lestari) yang merasa bosan karena tidak ada kegiatan setelah tiga bulan pindah ke Malaysia mengikuti suaminya Dika (Alex Abbad), seorang konsultan yang bisa bekerja dari rumah, karenanya Diana melamar ke perusahaan milik sahabat Dika walaupun awalnya Dika tidak menyetujuinya karena takut kalau terjadi hal yang tidak enak dikantor akan berimbas pada pertemanannya. Awalnya Diana merasa akan lebih mudah baginya beradaptasi dengan bos barunya karena sama-sama berasal dari Indonesia tapi begitu selesai interview dan langsung diterima kerja baru deh dia nyesel banget dan dimulailah keseruan film ini karena kelakuan sesuka hati, konyol nan absurd si pak bos yang maunya dipanggil Bossman. Karena terikat kontrak kerja Diana tidak bisa mengundurkan diri sebelum kontraknya habis atau dia harus membayar denda karena itulah Diana yang diterima kerja sebagai kerani atau kepala admin akhirnya harus ikut merasakan kelakuan Bossman bersama para pegawai yang lebih dulu bekerja disitu antaranya Mr Kho (Kinwah Chew), Norahsikin (Atikah Suhaime), Azhari (Iskandar Zulkarnain) dan Adrian (Bront Palarae).

Si Bossman ini banyak banget kelakuannya yang ngejengkelin buat para pegawainya, contohnya aja suka motong gaji pegawai karena alasan telat padahal cuman semenit, motong gaji karena pakai air buat nyuci mobil yang kotor banget padahal juga mobil kantor, gak mau ngeganti AC kantor yang udah gak fungsi, suka pamer mobil mewahnya sampai katanya pegel-pegelnya Diana bakal ilang kalau naik mobil mewahnya, ngomong pakai bahasa planet yang cuman dia doang yang tau artinya kalau kita penonton indonesia dan orang jawa mungkin bakal paham emang sama bahasanya si Bossman karena dia sering pakai bahasa jawa nah kalau pegawainya yang orang Malaysia atau India ya gak paham. Apalagi kalau sudah punya keinginan harus bener-bener dilaksanakan kayak nganter barang sendiri lewat hutan, kesasar sampai dikejar babi hutan. Tapi walaupun Bossman itu semaunya sendiri dia takut sama istrinya, nurut Diana kemungkinan karena istrinya yang lebih tajir.

Ngomongin kelakuan Si Bossman gak bakal ada akhirnya, dari awal sampai akhir film semua kelakuannya sukses ngebikin seisi studio gak berhenti ketawa terbahak-bahak. Versi bukunya memang cerita soal Diana ini acak, tiap chapternya gak ada yang bersambungan tapi Upi sebagai sutradara menurut saya berhasil merunutkan ceritanya menjadi cerita kesatuan. Akting Bunga Citra Lestari berhasil menghidupkan sosok Diana yang harus perang mental ngelawan Bosnya dan saya suka banget sama outfitnya Diana difilm ini yang berhasil ngebikin Bunga jadi lebih imut, dan bintang difilm ini tentu aja Reza Rahadian, aktingnya keren banget, cara ngomongnya yang medok itu juga kece, yakin dia pasti bakal menang sebagai pemeran terbaik di festival film atau acara penghargaan lainnya ahhhh Reza pokoknya aku padamu.

My Stupid Boss ini recomended banget buat ditonton karena kelucuannya bener-bener berhasil menghilangkan stress, rasanya pingin nonton lagi demi ngeliat Bossman bilang Impossible We Do, Miracle We Try di salah satu film komedi terbaik tahun ini.