Wednesday, 28 May 2014

Apa kabar tuan arogan

Hai kamu?gimana kabarnya?
Pertanyaan singkatmu ditelpon membuatku tercekat,aku hanya bisa berbasa basi mengatakan semua baik-baik saja padahal didalam hatiku meletup letup meneriakan betapa aku kangen kamu tuan arogan,betapa aku butuh bahumu untuk bersandar,betapa kau masih memenuhi pikiranku,betapa aku masih menyimpan sedikit asa untuk kita.

Padahal aku ingin bertanya bagaimana kabarmu,apa kamu masih sering bergadang menyelesaikan pekerjaanmu,apa makanmu teratur disana,apa kamu sudah bisa mengurangi rokokmu.

Tuan arogan,aku kangen kamu tapi sekuat tenaga aku gak mau menoleh kebelakang.ah aku memang payah soal perpisahan.

No comments:

Post a Comment