Thursday, 11 August 2016

Me Before You (2016)



Waktu lagi liat-liat trailer film sebenernya saya gak begitu tertarik sama film ini tapi kok banyak yang bilang kalau ceritanya bagus, di adaptasi dari novel, pemeran utamanya yang ganteng dari Inggris jadilah saya nonton film ini sambil berharap bisa denger aksen Inggris dari mas yang ganteng itu.

Me Before You bercerita tentang William Traynor (Sam Claflin),laki-laki ganteng, mapan, dari keluarga kaya raya, sudah punya kekasih tapi masih tetep jadi pujaan tiap perempuan. Suatu hari saat hujan lebat Will yang sedang terburu-buru ke kantornya tertabrak sepeda motor lalu adegan beralih ke pedesaan Inggris dan kita dikenalkan dengan Louisa Clark (Emilia Clarke), gadis dengan selera fashion yang unik, baik hati, selalu ceria, punya kekasih seorang atlit lari, dari keluarga sederhana yang hangat tapi sedang mengalami kesulitan finansial karena sang ayah tidak lagi bekerja dan Louisa yang selama ini menjadi tumpuan harapan tiba-tiba dipecat dari tempat kerjanya.

Saat Louisa mendatangi agen penyalur kerja untuk mendapat pekerjaan baru dia mendapat tawaran bekerja di kastil keluarga Traynor sebagai asisten untuk merawat orang sakit dengan gaji yang tinggi dan Lou pun menerimanya, keesokannya dia menjalani interview dengan Nyonya Traynor dan langsung diterima yang membawa Lou bertemu dengan Will Traynor yang saat ini sudah lumpuh total akibat cedera tulang belakang setelah kecelakaan, Lou bekerja untuk merawat Will. Awalnya Will tidak peduli pada kehadiran Lou yang selalu berpakaian aneh dan yaaaa bisa ditebak akhirnya ada benih cinta yang tidak disadari keduanya, sayangnya kisah cinta mereka gak semulus jalan tol, ada banyak halangan yang menghadang terutama keras kepalanya mas Will itu tentang euthanasia yang mau dia jalani.

Film yang disutradarai Thea Sharrock ini di ambil dari novel berjudul sama karya Jojo Moyes, karena banyak yang bilang film ini bagus dan bisa ngebikin nangis saya jadi berekspektasi tinggi sama film ini tapi kok saya biasa aja ya waktu nonton film ini, gak ada sedih-sedihnya gitu padahal saya suka banget lho aktingnya Sam Claflin di sini, apa karena kurang jelas gimana sebenarnya karakter pemainnya atau karena ini ceritanya dari sisi Louisa aja? tapi film ini tetap manis buat ditonton, walaupun setelah nonton film ini saya malah ngomel-ngomel sendiri gara-gara pilihannya mas Will Traynor itu, kan bisa aja kan dia memperjuangkan cintanya.

Friday, 22 July 2016

Size 12 Is Not Fat

Setelah lebih sering baca cerita di wattpad dengan kategori petualangan akhirnya sekarang baca novel romantis-misteri terjemahan karangan Meg Cabot yang judulnya Size 12 Is Not Fat, awalnya saya yang cuman tau ukuran baju S,M,L,XL ini bingung seberapa sih ukuran 12 itu ternyata setelah googling baru tau kalau ukuran 12 buat orang luar itu masuk kategori gendut.

Size 12 Is Not Fat ini bercerita dari sudut pandang Heather Wells, seorang penyanyi idola remaja yang karirnya menurun drastis karena perusahaan rekaman yang menaunginya tidak mau menerima lagu karangannya sendiri, diselingkuhi pacar gantengnya yang juga seorang penyanyi populer, ayahnya masuk penjara, semua uang tabungannya dibawa kabur ibu dan managernya, sekarang bekerja di asrama New York College dan tinggal di rumah kakak mantan tunangannya bernama Cooper Cartwrigth yang seorang detektif swasta.

Awalnya saya pikir novel ini akan bercerita tentang kisah cinta si tokoh utama, masalah berat badan dan upaya untuk bangkit menjadi penyanyi populer lagi dengan lagu ciptaannya sendiri, ternyata semua itu hanya selingan diantara cerita pembunuhan yang terjadi di asrama New York College. Heather yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan dari awal kasus kematian sudah curiga tentang motif kematian mahasiswinya akhirnya mulai menyelidiki sendiri dengan sedikit bantuan dari Cooper Cartwright.

Saya suka cara Meg Cabot menuliskan karakter Heather Wells yang ceria, pekerja keras, baik, sedikit naif, seorang pemimpi dan yang paling penting suka makan hehehe, saya juga suka karakter Sarah dan Magda di buku ini. Kasus pembunuhan dan penyelidikan ala Heather tidak serumit novel-novel detektif lainnya, bisa dibilang ceritanya mudah dimengerti, sementara kisah cintanya lah yang cukup rumit, walaupun ini novel misteri-romantis tapi ada juga pikiran-pikiran Heather yang membuat pembacanya tersenyum. Size 12 Is Not Fat enak dibaca kecuali saat Heather bicara panjang lebar dipikirannya yang annoying menurut saya, pilihan yang pas buat dibaca sebelum tidur.




Friday, 27 May 2016

My Stupid Boss (2016)


Suatu pagi satu minggu yang lalu saat sedang menonton acara tv sambil minum teh ada Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari yang sedang promo film terbaru mereka berjudul My Stupid Boss yang diangkat dari buku laris berjudul sama karangan chaos@work, waktu itu saya langsung ingat kalau sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu saya pernah beli bukunya tapi sekarang gak tau ada dimana. Setelah selesai menamatkan sesi interview Reza dan Bunga saya memutuskan pasti akan nonton film ini begitu premiere.

My Stupid Boss bercerita tentang Diana (Bunga Citra Lestari) yang merasa bosan karena tidak ada kegiatan setelah tiga bulan pindah ke Malaysia mengikuti suaminya Dika (Alex Abbad), seorang konsultan yang bisa bekerja dari rumah, karenanya Diana melamar ke perusahaan milik sahabat Dika walaupun awalnya Dika tidak menyetujuinya karena takut kalau terjadi hal yang tidak enak dikantor akan berimbas pada pertemanannya. Awalnya Diana merasa akan lebih mudah baginya beradaptasi dengan bos barunya karena sama-sama berasal dari Indonesia tapi begitu selesai interview dan langsung diterima kerja baru deh dia nyesel banget dan dimulailah keseruan film ini karena kelakuan sesuka hati, konyol nan absurd si pak bos yang maunya dipanggil Bossman. Karena terikat kontrak kerja Diana tidak bisa mengundurkan diri sebelum kontraknya habis atau dia harus membayar denda karena itulah Diana yang diterima kerja sebagai kerani atau kepala admin akhirnya harus ikut merasakan kelakuan Bossman bersama para pegawai yang lebih dulu bekerja disitu antaranya Mr Kho (Kinwah Chew), Norahsikin (Atikah Suhaime), Azhari (Iskandar Zulkarnain) dan Adrian (Bront Palarae).

Si Bossman ini banyak banget kelakuannya yang ngejengkelin buat para pegawainya, contohnya aja suka motong gaji pegawai karena alasan telat padahal cuman semenit, motong gaji karena pakai air buat nyuci mobil yang kotor banget padahal juga mobil kantor, gak mau ngeganti AC kantor yang udah gak fungsi, suka pamer mobil mewahnya sampai katanya pegel-pegelnya Diana bakal ilang kalau naik mobil mewahnya, ngomong pakai bahasa planet yang cuman dia doang yang tau artinya kalau kita penonton indonesia dan orang jawa mungkin bakal paham emang sama bahasanya si Bossman karena dia sering pakai bahasa jawa nah kalau pegawainya yang orang Malaysia atau India ya gak paham. Apalagi kalau sudah punya keinginan harus bener-bener dilaksanakan kayak nganter barang sendiri lewat hutan, kesasar sampai dikejar babi hutan. Tapi walaupun Bossman itu semaunya sendiri dia takut sama istrinya, nurut Diana kemungkinan karena istrinya yang lebih tajir.

Ngomongin kelakuan Si Bossman gak bakal ada akhirnya, dari awal sampai akhir film semua kelakuannya sukses ngebikin seisi studio gak berhenti ketawa terbahak-bahak. Versi bukunya memang cerita soal Diana ini acak, tiap chapternya gak ada yang bersambungan tapi Upi sebagai sutradara menurut saya berhasil merunutkan ceritanya menjadi cerita kesatuan. Akting Bunga Citra Lestari berhasil menghidupkan sosok Diana yang harus perang mental ngelawan Bosnya dan saya suka banget sama outfitnya Diana difilm ini yang berhasil ngebikin Bunga jadi lebih imut, dan bintang difilm ini tentu aja Reza Rahadian, aktingnya keren banget, cara ngomongnya yang medok itu juga kece, yakin dia pasti bakal menang sebagai pemeran terbaik di festival film atau acara penghargaan lainnya ahhhh Reza pokoknya aku padamu.

My Stupid Boss ini recomended banget buat ditonton karena kelucuannya bener-bener berhasil menghilangkan stress, rasanya pingin nonton lagi demi ngeliat Bossman bilang Impossible We Do, Miracle We Try di salah satu film komedi terbaik tahun ini.



Thursday, 31 March 2016

Talak 3 (2016)


Tulisan ini harusnya saya upload bulan februari kemarin tapi saya malah keasyikan nonton drama korea Signal plus gak bisa berhenti baca di Wattpad jadinya saya malah gak nulis apa-apa di blog, hehehe.

Si adik yang unyu lagi ulang tahun, untungnya gak minta kado macem-macem plus mahal cuman minta diajakin nonton film aja. Kata si adik terserah mau nonton film apa aja tapi kalau bisa Talak 3 aja, berangkatlah kita ke bioskop eh begitu mau beli tiket kaget karena antriannya banyak banget ternyata dua film Indonesia yang lagi tayang dan dua-duanya diserbu antrian, horeee walaupun saya gak suka antri tapi tetep ngerasa seneng karena film Indonesia juga punya banyak penonton.

Talak 3 bercerita mengenai Bagas (Vino G Bastian) yang sudah menceraikan Risa (Laudya Cyntia Bella) dan langsung talak 3 sehingga sesuai aturan agama jika suatu hari nanti mereka ingin rujuk Risa harus menikah dulu dengan laki-laki lain yang disebut muhalil lalu bercerai baru bisa rujuk kembali dengan Bagas. Bagas dan Risa yang sama-sama emosi saat sidang cerai mengatakan pada hakim bahwa mereka berdua tidak akan rujuk kembali, tapi saat keduanya dihadapkan pada kesulitan finansial dan satu-satunya cara yang bisa menolong mereka adalah disetujuinya proposal acara wedding exhibition oleh penyelenggara dengan syarat mereka harus menikah lagi, awalnya Bagas dan Risa berencana akan berpura-pura sudah menikah lagi tapi ternyata benih-benih cinta muncul lagi diantara mereka, maka Bagas pun memutuskan untuk rujuk dengan Risa.

Keinginan Bagas dan Risa tentu tidak mudah diwujudkan sampai mereka menemukan muhalil untuk Risa, untuk mempermudah Bagas dan Risa pun berusaha mengakali aturan dengan menyuap petugas KUA tapi tidak pernah berhasil, merekapun akhirnya mencari laki-laki yang mau membantu menikahi Risa untuk sementara saja, setelah berkali-kali gagal menemukan laki-laki yang mau menikah dengan syarat tidak boleh menyentuh Risa merekapun meminta tolong kepada Bimo (Reza Rahadian) yang adalah sahabat mereka berdua dan berteman dengan Risa sejak kecil dannnnnn bisa ditebak disnilah drama dimulai karena ternyata sudah sejak masa sekolah Bimo jatuh hati ke Risa.

Film garapan Ismail Basbeth dan Hanung Bramantyo ini menyajikan komedi di separuh awal pemutarannya yang benar-benar mampu membuat penonton tertawa tanpa henti tentang seluk-beluk perceraian dan rujuk terutama tiap Vino G Bastian muncul lalu begitu memasuki akhir ada drama yang bikin gemes para penonton. Suka banget sama chemistry antar pemain, Reza Rahadian masih dengan akting terbaiknya tapi buat saya Vino lah yang mencuri perhatian difilm ini.




Friday, 26 February 2016

Room (2015)

Sebelum nonton sebuah film memang ada baiknya kita tidak berekspektasi apa-apa karena yang sering saya alami kalau saya berharap lebih pada sebuah film hasilnya malah biasa-biasa saja atau kebalikannya. Seperti waktu memutuskan buat menonton film Room ini saya tidak menaruh ekspektasi apa-apa, apalagi sosok Brie Larson tidak familiar buat saya.

Room mengawali ceritanya dengan menampilkan seorang anak laki-laki bernama Jack (Jacob Tremblay) yang awalnya saya kira anak perempuan karena rambut panjangnya dan seorang ibu yang dipanggil Ma (Brie Larson) melakukan aktifitas seperti umumnya mulai dari berolah raga, mandi, sarapan, menonton tv dan lainnya, bedanya mereka melakukan aktifitasnya di satu ruangan kotak saja dan tidak pernah keluar dari tempat itu, mulai dari kamar mandi, tempat tidur, meja makan semuanya ada diruangan sempit itu. Ma sudah ada disana sejak tujuh tahun yang lalu dan melahirkan Jack dua tahun kemudian, dia adalah korban penculikan yang dilakukan oleh Old Nick (Sean Bridgers).

Setelah ulang tahun Jack yang kelima Ma berpikir bahwa Jack harus memiliki hidup normal yang seharusnya, dia pun menjelaskan pada Jack rencananya untuk kabur walaupun awalnya Jack menentang dan tetap ingin tinggal di tempat itu tapi Ma pun bersikeras untuk kabur. Ma memberi tahu Jack cara mereka untuk kabur dan mengajari Jack bagaimana caranya, dan akhirnya Jack yang pertama bisa keluar dari tempat itu dan bertemu polisi sampai akhirnya Ma juga bisa bebas, merekapun dirawat intensif di rumah sakit terutama untuk mengecek perkembangan Jack yang selama ini tidak pernah menghirup udara segar.

Kebebasan mereka berdua inilah yang sebenarnya menjadi awal perjuangan Ma dan Jack untuk bisa hidup normal seperti yang Ma inginkan. Ma harus menghadapi konflik dengan keluarganya terutama ayah kandungnya, sementara Jack harus berusaha untuk beradaptasi dengan orang-orang baru, kehidupan baru yang lebih besar dari sebelumnya.

Jatuh cinta banget sama film besutan Lenny Abrahamson ini, walaupun ada cerita penculikan dan disekap bukan berarti tampilan film ini tampak sempit, pengambilan gambarnya oke banget dan yang paling bikin deg-degan adalah ketika adegan Ma dan Jack berusaha untuk kabur, saya sampai nutup mata takut kalau Jack disakiti sama si Old Nick. chemistry antara Brie Larson dan Jacob Tremblay kuat banget, akting Brie Larson emang patut diganjar nominasi Oscar untuk pemeran wanita terbaik, Jacob Tremblay juga amat sangat keren memerankan Jack, aktingnya natural banget. Film yang berkisah tentang hubungan ibu dan anak ini memang meninggalkan kesan buat saya, ngebikin saya tersenyum sekaligus haru di akhir film.

Friday, 29 January 2016

The Beauty Inside (2015)

Punya seorang teman yang menggilai drama Korea dan selalu merekomendasikan serial drama Korea terbaru dan film Korea buat ditonton tapi saya malah lebih suka baca sinopsisnya saja, dan ini adalah pengalaman pertama saya menonton film Korea, tertarik karena ide ceritanya yang luar biasa menurut saya. The Beauty Inside adalah film Korea remake dari film produksi Amerika tahun 2012 berjudul sama karya Drake Doremus.

The Beauty Inside bercerita tentang Kim Woo Jin, seorang designer furniture yang sejak umur 18 tahun tiap kali bangun tidur selalu mengalami perubahan fisik secara acak, dari mulai wajah, usia, jenis kelamin, dari orang tua, anak kecil, laki-laki, perempuan, ganteng, cantik dan bisa dari berbagai suku bangsa. Perubahan fisik Woo Jin tidak berpengaruh pada jiwa, memori dan perasaannya jadi walaupun Woo Jin berubah tiap hari dia tetaplah satu orang, dan yang mengetahui tentang kondisi Woo Jin hanya ibu dan sahabatnya sejak kecil Sang Baek (Lee Dong Hwi).

Kondisi ajaib Woo Jin membuatnya selalu sendiri, dia hanya berkutat di mebel furniture sampai suatu hari dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada penjaga toko mebel bernama Hong E Soo (Han Hyo Joo), Woo Jin ingin berkenalan tapi menunggu sampai dia terbangun sebagai mas-mas ganteng dulu, menurut Woo Jin dia harus terlihat layak diperkenalan pertama. Saat dia terbangun sebagai mas-mas ganteng dia memberanikan diri mengajak berkenalan E Soo dan mengajaknya makan malam di mebel tempatnya, tak disangka E Soo mengajak bertemu lagi esok hari, Woo Jin pun berusaha supaya tetap terjaga agar tidak mengalami perubahan keesokan paginya, selama beberapa hari Woo Jin tidak tidur karena mereka bertemu setiap hari lalu karena begitu mengantuk Woo Jin pun tertidur dan taraaaa dia berubah menjadi orang lain dan takut untuk menemuai E Soo. Suatu hari saat Woo Jin menjadi perempuan dia nekat mengaku kepada E Soo tentang kondisinya, E Soo tidak percaya dan meninggalkan perempuan itu, tapi E Soo yang mulai memikirkan Woo Jin memutuskan pergi kerumah Woo Jin untuk membuktikan kondisi Woo Jin sendiri. E Soo yang sudah kadung jatuh cinta pun akhirnya mau menerima Woo Jin apa adanya.

Kisah cinta mereka berawal manis, E Soo merasa senang dan menikmati hubungan tidak biasanya dengan Woo Jin yang berubah tiap hari, Woo Jin apalagi jauh merasa bahagia karena tidak kesepian lagi, permintaan Woo Jin untuk memiliki hubungan yang serius membuat E Soo berada diposisi yang sulit karena dia juga memikirkan bagaimana dengan lingkungan sekitar karena dunia bukan hanya milik mereka berdua, ada konsekuensi dengan kehidupan sosial yang harus mereka pikirkan.

Aaaaaakkkk suka banget sama film yang disutradarai sama Baek Jong Yeol ini, bisa ketawa sendiri waktu nonton dan seperti serial drama Korea pasti kita juga bisa dibikin nangis, saya kebawa stresnya Woo Jin harus berubah setiap hari. Akting Han Hyo Jo juga keren dia bisa membangun chemistry dengan banyak lawan main yang memerankan Kim Woo Jin dan diantara banyaknya aktor dan aktris yang berperan sebagai Kim Woo Jin yang saya tahu cuman Park Shin Hye sama Lee Dong Wook doang. Film ini juga kayak ngebilangin kalo cinta itu gak perlu mempedulikan fisik tapi tergantung sama apa yang ada dihati tiap orang, jatuh cinta itu gak perlu alasan.